Senin, 21 Mei 2012

kesempatan ke dua..kadang tak ada..

Dalam hidup,kita senantiasa bersua dengan keadaan di mana kita dihadapkan pada yang namanya 'Kesempatan'. Ia datang bisa tiba-tiba ,tanpa disangka ataupun karena telah kita ketahui.Kesempatan adalah waktu.Maka kita juga harus mensikapinya dengan cepat,tepat.kesempatan baik, se3ringkali tidak datang 2 kali.Ia hanya datang begitu saja.berlalu begitu saja.Sungguh bijaksana bagi orang yang bisa memanfaatkan kesempatan itu.Ia bisa mengambil banyak manfaat darinya.Untuk lebih giat bekerja,belajar maupun beribadah.Kesempatan pun juga dapat mendatangkan rejeki.Alloh memberikan kesempatan(waktu) bagi manusia untuk bertebaran di muka bumi..mencari RizqyNya.tentu saja dalam kesempatan iotu,ada juga waktu2 yang Wajib kita gunakan untuk beribadah kepadanya.Meskipun,setiap kesempatan,dapat kita gunakan untuk mendekat pada Alloh.Bagi yang tidak bisa menggunakan kesempatan,ia akan berlalu saja dihadapannya.Tak ada yang bisa diambil darinya.pada akhirnya,ia akan menyesali diri setelah datang kesempitan.Barulah ia menyadari bahwa ia telah melewatkan banyak kesempatan.Penyesalan tiada guna.saat datang kesempatan gunakanlah,karena saat ia berlalu...Kadang tak ada kesempatan kedua....

Selasa, 05 Oktober 2010

Lihat di sisi lain..

Lama gak ngeblog...hehe. Melihat berbagai macam kehidupan manusia sungguh sangat menarik. Di suatu tempat..ada yang hidupnya terlihat sangat nyaman. Bermobil, berumah mewah...Namun di tempat lain...kadang ada orang yang untuk makan sehari 3 kali aja begitu sulitnya. Namun apakah semua terlihat seperti apa yang kita lihat. Bukankah setiap manusia puya beban yang harus dipikulnya masing masing?? Baik di dunia maupun di akhirat.? Ada baiknya kita renungkan..bahwa, tak ada manusia yang hidupnya selalu susah..demikian pula..tak ada manusia yang hidupnya selalu gembira. selalu ada 2 sisi itu. Ketika kita dalam kesusahan..lihat dari sisi lain..bukankah ada manusia lain yang lebih susah dari kita? Ketika kita bahagia..lihat dari sisi lain..bukankah di sekitar kita ada orang2 yang perlu kita bagi sebagai rasa syukur.??karena itu..saat kita susah ataupun senang...lihat di sisi lain...

Minggu, 04 April 2010

butuh konsistensi

Sekian lama mengajar dengan cara yang kita punya..kadang membuat kita yakin bahwa metode kita sudah benar. Sehingga kadang kita tak mau lagi mengubah, menambah cara kita dalam mengajar. Setiap ada hal baru yang beda dengan cara kita, kita tak mau menerima. Kita mengganggap ilmu kita sudah paling oke.

 Hal itu kurasakan pula. Sehabis mengikuti pelatihan 3 hari tentang classroom language, barulah terasa bahwa masih banyak kekeuranganku dalam mengajar bahasa Inggris.
Kini, aku akan menutup kekurangan dan kesalahanku itu dengan sesuatu yang baru. Aku tahu, itu semua takkan mudah. Namun, demi sesuatu yang lebih baik, aku akan mencobanya.Memang butuh kelapangan hati...butuh konsistensi  untuk arah yang lebih baik...

Senin, 22 Februari 2010

Kau bawa sesobek hatiku...

 Entah mengapa..setiap kali harus berpisah dengan siswa atau guru yang pindah, selalu saja ada segaris perih di hati. Bukan perih karena luka, tetapi perpisahan selalu menghadirkan sedih. Ada yang hilang dari hati ketika seorang siswa pindah dari sekolahku ke sekolah lain. Entah karena ikut orang tua atau sebab lain, hal itu membuatku kehilangan sesuatu dari hatiku.
 Seperti kali ini, seorang guru yang belum lama  mengajar namun telah meninggalkan kesan mendalam, harus pindah tugas. Ia memutuskan untuk mengemban amanat du suatu tempat yang jauh. Bagiku, karena itu pilihan hidupnya..maka aku ikhlaskan. Namun sekali lagi..tiada yang nyaman dari sebuah perpisahan. Selalu saja meninggalkan gores perih yang tak tahu kapan pulihnya.
 Untuk mereka yang pergi dari sisi hidupku...kau telah bawa sesobek hatiku....

Rabu, 10 Februari 2010

semoga.....

  Sore itu, seperti biasanya, aku mendampingi anak-anak putri berdoa setelah sholat asar. Di depanku, seorang siswa putri yang telah cukup aku kenal karena gayanya yang ceria, selalu tertawa dan energik nampak kusyuk berdoa. Aku cukup senang dengan hal itu.
  Usai berdoa, mereka  berlomba untuk melipat rukuhnya. Aku kadang tersenyum sendiri melihat tingkah mereka.
  Tiba-tiba anak yang tepat didepanku, mendekat. Ia membisikkan sesuatu ke telingaku. "Pak, sebentar lagi..." Aku tersenyum. "Sebentar lagi apanya? Pulangnya? Lha iya..ini kan sudah mau pulang?" kataku padanya. Namun, anak itu kembali berbisik,"Sebentar lagi.....bapak dan ibuku...bercerai.." Aku terkesiap. Tak dapat berkata-kata. Waktu seakan terhenti. Inilah ucapan tak terduga dan terberani yang diucapkan oleh anak 9 tahun. Aku menatap wajahnya tajam. Mata beningnya mulai berkaca-kaca. Sementara teman-temannya masih asyik melipat rukuh mereka.
  Pelan, aku mengepalkan tangan, dan meletakkan didadaku. Lalu, aku sedakapkan tanganku dan aku gerakkan tanganku seperti berdoa. Tanpa kata-kata.Lewat gerakan tanganku aku hanya bisa berpesan agar ia kuat, tetap taat beribadah dan tetap mendoakan orang tuanya. Hampir saja air mataku dan air matanya luruh dalam kesedihan. Untuklah salah seorang temannya memecah suasana itu. Ia hapus air matanya dan kembali melipat rukuhnya.
  Ah...jalan hidup yang kau alami sungguh berat, Nak. Sekecil itu, kau harus merasakan perpisahan dengan salah satu orang tuamu. Ingin aku membantu agar mereka tak berpisah. Tapi, aku tahu itu tak mungkin.
  Aku hanya bisa berdoa dan berharap, aku tetap bisa melihat keceriaan, senyum dan tawamu dan juga energimu setelah itu semua nanti benar-benar terjadi. Semoga.............................

Minggu, 31 Januari 2010

bersyukur....

   Mendekati UAS atau UN, makin sering saja siswa-siswa dari tingkat SD sampai SMA mendapatkan uji coba. Try out ini memang dimaksudkan untuk melihat sejauh mana kesiapan siswa menghadapi UN. Bagi guru, nilai hasil uji coba dianalisa untuk melihat bagian mana atau siapa yang masih harus diberi perhatian lebih. Sedangkan bagi siswa, nilai try out berguna untuk kemantapan mental dan juga melihat kesiapan diri jika tiba waktunya nanti.
   Mungkin masih sering kita dengar beberapa siswa merasa puas atas hasil yang dicapainya. Namun ada pula siswa yang "memaksa diri" untuk merasa puas atas apa yang diperoleh. Mereka sering mengatakan," Alhamdulillah Pak/ Bu, sudah bersyukur dapat 6, daripada teman kita yang mendapat 4." Nah, kalimat inilah yang harus kita cermati.
   Bagi saya, bersyukur bukan hanya berisi kepasrahan kita atas segala yang kita dapat. Bersyukur bermakna pula bahwa kita harus memaksimalkan potensi kita untuk meraih hasil yanag terbaik. Jika kita mampu berlari sejauh 5 kilometer, mengapa kita berhenti dan merasa tak mampu lagi berlari, di kilometer ke 2? Di mana energi dan potensi kita untuk 3 kilometer berikutnya? Jika kita mampu mendapat nilai 10, mengapa kita puas hanya mendapat 7, 6 atau bahkan 5? Bukankah itu berarti kita menyia-nyiakan potensi kita? Bukankah berarti kita malah tidak mensyukuri apa yang telah diberikan Allah pada kita?
   Marilah kita bersama bersyukur dengan menerima apa yang diberikan oleh Allah setelah kita berusaha dengan maksimal atas apa yang kita dambakan.

Rabu, 27 Januari 2010

bila aku kembali (OST "slenggrong"..an indie movie by Anak Matahari)

akan slalu ku coba
menggapai bintang di angkasa
meski sayapku rapuh..
anganku tak lagi utuh..

akan tetap ku coba
mengejar kilau mentari
meski kadang sinarnya butakan ..
mata hati..

bila aku kembali
kerlip bintang bukanlah mimpi
ku berikan padamu
cahaya abadi..

bila aku kembali
mentari hangatkan nurani
ku persembahkan padamu
indah bening jiwa..

ceria!

Ada hal menarik beberapa saat setelah mengikuti dan membaca status maupun komen dari teman-teman di friend list Facebookku. Mereka, terutama, yang masih sekolah, sering sekali menulis berbagai macam keluhan tentang sekolah mereka. Bahkan ada beberapa tulisan yang menyebutkan bahwa sekolah adalah senacam penjara yang berisi sejuta tugas yang harus dikerjakan.. Tiada secuilpun kegembiraaan di sana. yang ada hanyalah, belajar, ulangan, PR, tes dan semacamnya.
Marilah kita lihat lebih dalam. Untuk siapa dan apa tuga s itu diberikan. Saya yakin semua bisa menjawab. Tugas-tugas itu diberikan untuk kita, sebagai upaya untuk mempersiapkan masa depan kita yang akan kita jalani. Masa depan adalah tanggung jawab kita. Tiada seorangpun yang mau mempunyai masa depan yang tak pasti. Tugas dan pengetahuan dari sekolah itulah yang menjadi bekal bagi kita untuk meraih cita-cita kita.
Jika kita sudah menyadari hal tersebut, tak sepantasnyalah kita susah atau sedih bahkan menggerutu ketika tugas dari sekolah diberikan. Ibarat kita akan piknik, kita baru mempersiapkan bekal kita. Bayangkan pantai yang indah dengan pasir putihnya. ....Bukit menghijau dengan udara yang segar...... Atau, taman bermain lengkap dengan roller coasternya. Itulah tujuan kita. Bayangkan kita sampai di sana.... Tersenyumlah..... Tertawalah...Cerialah!

Kamis, 14 Januari 2010

hujan tak mengapa....

Akhir-akhir ini..sepertinya hari -hari tak pernah kering. Hujan selalu saja tercurah dari langit. Tak sedikit yang mengeluh atau bahkan mengumpat saat rinai hujan membasahi bumi. Mereka merasa bahwa hujan telah menghalangi sesuatu yang akan mereka lakukan........................
.Mari kita lebih jernih menyikapi hal ini.Pertama, bukankan lewat hujan, Allah telah memberikan rahmat dan rizqiNya bagi kita semua? Kedua, apakah dengan mengumpat, kemudian hujan akan berhenti? Bukankah jika kita mengumpat, berarti kita sedang mengkufuri nikmatNya? Ketiga, memang itulah sifat dasar manusia...tak pernah puas atas apa yang diberikan Sang Pencipta pada kita....
Buka hati kita untuk menerima anugrah Allah apa adanya...Terimalah dengan rasa syukur, apa-apa yang memang seharusnya terjadi...

Selasa, 06 Oktober 2009

dengan hati

semakin kita menyelami dunia pendidikan,khususnya Sekolah Dasar, makin terbukalah mata hati kita bahwa ada hal yang mendasar harus kita lakukan jika ingin pendidikan kita tepat sasaran. Mendidik dengan hati. Itulah yang harus kita utamakan dalam mentransfer ilmu poengetahuan kepada siswa kita. Mendidik dengan hati menjadikan kita berempati dan bersimpati atas masalah yang dihadapi oleh siswa kita. Kita menjadi lebih sabar dalam menghadapi problem siswa yang tentu saja tak kalah banyaknya dengan problem kita sendiri. Termasuk pula tak terburu-buru menjatuh kan kesalahan pada mereka. Kita bisa melihat latar belakang kenapa kesalahan terjadi dan mencarikan solusi yang mendidik untuk mereka.

Senin, 14 September 2009

metode pembelajaran

sebuah kelas yang jenuh sangat menyulitkan bagi siswa maupun guru untuk mentransfer ilmu. Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengatasi kelas seperti itu..Misalnya dengan meggunakan permainan yang saya sebut...LET'S GO SHOPPING...dengan cara ini..siswa diajak untuk saling bertukar pengetahuan di antara mereka. Atau istilahnya..peer teaching. Alat yang digunakan pun cukup sederhana...kertas dan gunting. Dalam metode ini akn di kenal istilah 'buyer' (pembeli ) dan trader(penjual). Singkatnya...seorang pembeli harus membeli sebanyak-banyaknya barang yang dijual. Adapun harga dan uangnya adalah kertas yang bertuliskan soal dan kertas yang bertuliskan jawaban. Barang diberikan jika antara soal dan jawaban berkesesuaian. Akhir pelajaran, untuk pembeli terbanyak dan juga penjual terbanyak, diberikan reward.

Rabu, 09 September 2009

guru harus kreatif

Seorang guru, di level manapun ia mengajar....tak boleh meninggalkan hal ini.KREATIFITAS. Ini adalah kata yang cukup penting mengingat, hal inilah yang bisa menjadi kunci bagi seorang guru untuk mentransfer ilmu pengetahuan kepada siswa-siswanya. Sering kali, sebuah kelas yang jenuh, harus "diledakkan". Hal ini untuk membangkitkan kembali semangat belajar para siswa, sekaligus memberikan efek penyegaran pada mereka. Sebuah hal yang di luar kebiasaan yang telah berlangsung,akan segera memberi efek beda. Hal ini dapat membuat memori siswa menyimpan dengan cepat dan lama sesuatu yang beda tersebut.
Kreatifitas dapat dilakukan dalam berbagai bentuk. Pengubahan warna suara, gaya bicara, metode pembelajaran atau bahkan dengan bentuk permainan. Untuk itulah guru perlu juga berlatih dan belajar sesuatu yang lain dari biasanya. Sehingga pada penerapannya nanti sudah tak canggung lagi...

Minggu, 06 September 2009

menjadi guru yang baik.

Ada pergeseran paradigma tentang seorang guru. Dulu, guru adalah pusat dari pengajaran, seseorang yang tahu segalanya dan pasti lebih tahu dari muridnya.
Seiring perkembangan jaman,paradigma itu telah bergeser. Kini guru hanyalah sebagai fasilitator untuk siswa-siswanya. Ia bertugas untuk menghubungkan antara materi pelajaran dengan siswa. Ia juga tak bisa lagi mengharuskan siswa-siswanya untuk mempercayai segala yang ia katakan. Ia hanya bertugas mengumpulkan semua data tentang materi suatu pelajaran, merangsang siswa-siswanya untuk berpendapat dan akhirnya bersama siswa membuat kesimpulan tentang materi tersebut. Disinilah guru harus mempunyai wawasan yang luas dan terbuka pada perbedaan serta mengerti perubahan yang terjadi di dunia.

Rabu, 25 Februari 2009

jadi guru sd

Kadang-kadang kalo dipikir en dinalar serta dilogika, jadi guru tuh banyak gak enaknya. Apalagi guru SD swasta yang letaknya di desa. Buat sementara orang, guru kayak gini nih pastinya susah. Udah murid-muridnya ndeso, sekolahnya reyot mau ambruk, gajinya pasti kecil lagi. Pokoknya bagi banyak orang, profesi guru yang kayak gini jadi pilihan terakhir buat kerja.
Tapi, buat aku dan juga beberapa teman kerjaku, persepsi seperti itu gak berlaku. Soalnya meskipun sekolah kita di ndeso, kita punya kepedulian yang tinggi buat memajukan sekolah tempat kita kerja agar bisa bersaing dengan sekolah-sekolah yang udah maju. Di sekolahku,SD Muhammadiyah Gunungpring, anak-anak diajak untuk berpikiran jauh maju ke depan. Berbagai jalan telah ditempuh, berbagai metode telah diaplikasikan. Semua ditujukan agar sekolah ini Think globally, act locally. Dengan demikian meskipun sekolah ini menjadi sekolah yang maju, namun tidak tercerabut dari akarnya. Baik itu pijakan moral maupun dasar religiusitas yang menjadi landasan berdirinya sekolah ini.
Dengan pemikiran itulah sekolah membuka wawasan para guru untuk berpikir kreatif. Tidak saja untuk kepentingan belajar mengajar, namun juga untuk menunjukkan pada masyarakat bahwa sekolah ini adalah sekolah yang dinamis daya kreatinya. Beberapa hal yang menunjukkan hal ini mudah disebutkan. Milad SD Muhammadiyah tidak hanya diisi kegiatan yang sifatnya hiburan en hura-hura, namun selalu diiringi dengan kegiatan bakti sosial untuk masyarakat. Pembuatan Film indie oleh Ekstra teater juga merupakan contoh lain. Setidaknya 3 film indie yang sebagian besar pemeran utamanya anak-anak telah diproduksi.masih ada beberapa contoh ide kreatif yang dapat kita sebutkaqn untuk menunjukkan bahwa menjadi guru tidak harus kehilangan daya kreatif. Itu semua dapat dilakukan jika seluruh komponen sekolah mendukung proses tersebut.

Selasa, 24 Februari 2009

gue gak gaptek lagi dah!

hari ini, 25 Februari 2009,jadi hari bersejarah buat aku. Soalnya nih,hari ini aku punya alamat e-mail and blog sendiri. Gitu aja kok dipamerin! Mungkin ada yang bilang demikian ya? Buat aku gak masalah. Lha wong mereka-mereka itu pada belum tau kok kalo aku tuh cuman guru Ndeso, lemu,pake kacamata, item lagi! Jadi buat aku, hal yang kayak gini tuh luar biasa banget. Selama ini e-mailku cuman ndompleng punya sekolah. Trus atas kebaikan hati temen saya, bapake Pandu, aku diberi tau cara buat alamat e-mail en blog. Ya udah deh, langsung aja aku praktekkan. Tapi sayangnya, komputernya masih minjem punya bendahara sekolah nih. Jadi harus tau waktu buat nulis di blog. Pengenyya sih beli laptop en langganan spidi sendiri. Tapi modal belum ada. Soale si kecil masih banyak butuh biaya. Dan juga buat guru swasta seperti aku, kayaknya masih ngawang jauh tuh buat beli gituan.
O ya, alamat e-mail en blog ini aku buat juga atas hasil dorongan en motivasi pas aku ngikut CSR Republika Telkom kemarin. So makasih buat Pak Rektor UGM, pak Nasihin, Mbak Naz, Mbak Leila, mas Farhan en juga gak lupa Pak saiful Hidayat. Pokoke alamat e-mail en blog ini nih aku persembahkan buat mereka, sekaligus buat nuntasin janji saya agar gak gaptek amat.